Skor kredit adalah representasi angka yang menunjukkan seberapa andal Anda dalam mengelola kewajiban utang. Ketika Anda mengajukan KPR, kredit kendaraan bermotor, atau pinjaman modal usaha, bank akan memeriksa riwayat kredit Anda (seperti SLIK OJK atau biro kredit swasta) untuk menentukan apakah pinjaman disetujui dan berapa suku bunga yang diberikan.

5 Faktor Penentu Skor Kredit

Meskipun setiap biro kredit memiliki algoritma perhitungan yang berbeda, secara umum terdapat lima pilar utama:

  • Riwayat Pembayaran (sekitar 35%): Rekam jejak apakah Anda selalu membayar cicilan tepat waktu sebelum tanggal jatuh tempo. Keterlambatan pembayaran (kolektibilitas 2 ke atas) berdampak sangat buruk bagi skor Anda.
  • Rasio Penggunaan Plafon / Credit Utilization (sekitar 30%): Berapa persen limit kartu kredit atau paylater yang Anda gunakan. Menggunakan Rp 3 juta dari total limit Rp 10 juta berarti rasio utilitas Anda 30%.
  • Lama Riwayat Kredit (sekitar 15%): Semakin panjang usia akun kredit yang terkelola dengan baik, semakin tinggi kepercayaan bank terhadap reputasi Anda.
  • Kombinasi Jenis Kredit (sekitar 10%): Kemampuan mengelola pinjaman angsuran tetap (seperti KPR) dan kredit bergulir (seperti kartu kredit).
  • Pengajuan Kredit Baru (sekitar 10%): Mengajukan banyak pinjaman ke berbagai platform dalam waktu singkat memicu banyak 'hard inquiry' yang menandakan risiko likuiditas tinggi.

Cara Praktis Meningkatkan Skor Kredit

Untuk menaikkan skor kredit Anda secara bertahap, pasang autodebet pembayaran tagihan agar tidak pernah terlambat, kurangi penggunaan kartu kredit hingga di bawah 30% limit, dan hindari mengajukan banyak pinjaman online baru secara serentak.